Aku adalah…

Ehmmm…. Ku kucek mata tuanku. Wah ternyata dah pagi. Jam 05.00. Buru2 tuan membasahi tubuhku. Sambil mengoceh sendiri, yang kemudian ku tahu ternyata ocehannya puji2an kepada Sang Pencipta, ditengah keheningan pagi itu. Beberapa menit kemudian, aku berkumpul bersama sepuluh saudaraku yang lain. Kami saling berpelukan mesra, saling tindih menindih, saling…. ah.. Pokoknya gerakan kami berirama. Entah apa yang dilakukan tuanku pagi itu terhadap kami sekeluarga, sambil tetap mengoceh, lagi-lagi sendiri. Anehnya, diakhir gerakan, cuma satu saudaraku yang paling semampai berdiri tegap layaknya seorang Kapten, sedangkan kami yang lain tetap saling berpelukan bak teletubbies…. Sejenak kemudian, tuan mengangkat kami sekeluarga sambil berurai air mata. Oh, tuanku kenapa engkau menangis, pikirku saat itu.

Matahari semakin meninggi. Ku pandangi sekitarku. Ada sebuah kotak hitam yang bertuliskan angka. Sebuah jarum dalam kotak itu menunjukan angka sepuluh. Tuanku mengambil ancang2 untuk segera angkat kaki dari tempatnya berdiri, walo pada saat itu, aku yakin dia belum mau beranjak dari hadapan sebuah kotak sedikit lebih besar dengan gambar menariknya. Yap, tuanku sedang asyik2nya menikmati gambar bergerak yang sedang dipertontonkan kotak itu kepada tuanku. Akhirnya dengan berat hati tuan meninggalkan kotak itu dan mengajak kami sekeluarga, lagi2 ke danau yang sebelumnya ku kenal. Sambil menggenggam sesuatu, akhir kami sekeluarga basah2an bersama tuan berikut beribu2 balon yang kadang pecah, kadang muncul lagi.

Yap, saatnya aku sekeluarga meninggalkan rumah sang tuan. Kata tuan, kami dan dia akan menuju tempat dia mengumpulkan kepingan koin buat istri dan anaknya. Tuan emang selalu mengajakku. Dia bilang, bila aku tak ada, dunia seperti tiada artinya bagi dia. Aku emang selalu dibutuhkan. Saat berangkatpun, tuan selalu menggunakan jasaku dan keluarga untuk memegang sesuatu agar kami bisa berpindah tempat dari rumahnya ke tempat pengumpulan koinnya.

Wah, ternyata megah ya. Itu pikiranku pertama kali ketika menginjakkan kaki disebuah tempat, yang kata tuanku, itulah tempat dia mengumpulkan kepingan koin untuk anak istrinya. aku berharap, di tempat ini kerjaanku sedikit lebih santai dibanding dirumah tadi. Ternyata disini, kerjaan bukannya santai, malah makin banyak. Aku dihadapkan sebuah benda, dimana banyak terdapat tombol2, yang kata tuanku, aku harus memencetnya satu persatu. Huhh… pikirku. Banyak banget yang harus aku lakukan. Ya, ketika tuanku duduk disebuah tempat sambil menghadap, lagi2, sebuah kotak hitam. Tapi ini kotaknya sedikit beda. cuma menampilkan kata2 yang tidak aku mengerti. Sambil menindih satu demi satu tombol yang tersedia, aku belum mengerti apa yang diharapkan tuanku. Setelah detik demi detik berlalu, aku akhirnya mengerti, tuan mengharapkan aku menekan tombol2 dengan huruf2 :https://ekomadjid.wordpress.com

Yap… Itulah aku. Aku hanya sepuluh jari….. (bukan sebuah jari lho….!) ๐Ÿ˜€

Iklan

20 thoughts on “Aku adalah…

  1. Ah…………… penting ga sih????????????????????????????????????
    Kayaknya nga deh………….
    heheheh
    tapi penting kok,….
    Wah,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,, kayak penyair ya,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
    Yah, itulah dia. (nga tuan lagi ya,)
    Siapa yang nga tau dia??????????
    Jawabnya, “wah, banyak…..”
    sekian dan terimakasih

    (Eko Madjid) ha…ha… Maksudnya…?

  2. Kubaca sekali,kubaca lagi,lagi dan lagi, kokkkk tambahh pusingggg nieeee. intinya apa yaaa???? ๐Ÿ˜€

    (Eko Madjid) Tulisan ini emang butuh pemahaman yang tinggi. Intinya tentang 10 jari. Baca lagi dech. Pasti seru….! ๐Ÿ˜€

  3. berat banget bahasanya harus panggil anak sastra…

    (Eko Madjid) Ga usah panggil anak sastra, panggil ja anak WEC. Katanya anak WEC ngetop di Amerika… ๐Ÿ˜€

  4. Wah,… akhir yang tak mampu ditebak,… harus sampai selesai bacanya,… seppp ๐Ÿ™‚

    (Eko Madjid) Tul sekali. Baca mpe selesai dong. Biar tau maksudnya…! ๐Ÿ˜€

  5. neh aku aku ja nok….
    bingung neh…
    Suer bingung banget..
    mending bikin program dah

    (Eko Madjid) ha…ha.. semua pada bingung…!

  6. ini tentang jari kaki atau jari tangan mas ?

    *penasaran ๐Ÿ˜€

    (Eko Madjid) Pertanyaan yang tepat sekali. Soalnya komentar sebelumnya pada ga ngerti ni cerita. Ini tentang jari tangan mbak. Khan ga mungkin jari kaki memegang sesuatu… ๐Ÿ˜€

  7. bacaane terlalu panjang. Bang Kumis cuma bisa bilang “..hooooaaahhhhmmm…. ngantuuukk….”” ๐Ÿ˜ฆ

    (Eko Madjid) Pasti bang kumis pas baca cerita ini belum mandi ya…? Pantesan ja ngantuk…! ๐Ÿ˜€

  8. di akhir cerita, maksud tuanku adalah untuk segera melakukan browsing dan menekan tombol sesuai URL pada web ini tho….

    weleh2…. udah pusing duluan baca nya….

    Keep Posting yo

    (Eko Madjid) ha..ha.. akhirnya ketahuan juga. Thanks yo…! ๐Ÿ˜€

  9. Mas, kemaren saya ke WEC, mau nya tak sapa sampean, tapi tak lihat lagi sibuk sama pak Bos WEC, wah ga enak neh di pangil. takut ganggu…. hehehe..

    ke acaranya pak Nyo ikutan ga tgl 2 ?

    (Eko Madjid) Lho..lho… Kok ga’ nunggu dulu. Wah sy penasaran ni…! Insya Allah tanggal 2 kita rame2 mo kesana. Mangnya situ ikut tho…? ๐Ÿ˜€

  10. saya kemaren yang duduk sama Udin n Sobi itu…. di deket loby.
    Insya allah ikut juga, kemaren saya ke WEC kan di pangil pak Nyo ambil undangan sekalian appointment sama ms udin….

    Katanya kesana rame-rame naik motor yach…. kalo rame2 saya mau deh barengan….

    (Eko Madjid) Ok..dech…! ๐Ÿ˜€

  11. Satu kata yang dapat terucap………………. BINGUNG……………..

    (Eko Madjid) ha..ha… Akhirnya bingung juga…! ๐Ÿ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s