Ternyata…
Persaingan Bisa Merusak Semangat Tim.
Bener ga’ sich…?
Persangain selalu muncul dan kental mewarnai kehidupan di setiap tempat kerja.
Mari kita lihat hasil survei berikut ini :
Dalam sebuah survei yang dilakukan di Inggris, satu dari tiga karyawan mengaku sehari-hari bekerja dengan teman sekantor yang sangat atau cukup kompetitif.
Survei ini dilakukan oleh Investors in People dan YouGov, dan melibatkan 1.986 karyawan. Ditemukan, hampir separo (45%) dari mereka percaya bahwa persaingan bisa merusak semangat tim. Selebihnya, satu dari lima orang melihat bahwa persaingan merupakan faktor yang bisa memberikan dampak positif.
Ketika ditanya sebab-sebab munculnya persaingan di tempat kerja, lebih dari sepertiga menunjuk atasan sebagai sumbernya. Mereka percaya, para manajer membuat satu karyawan dengan yang lain saling berhadapan dalam semangat persaingan.
Nah lho…!
Lebih jauh, survei menemukan bahwa karyawan pria lebih cenderung melihat kompetisi di tempat kerja sebagai sesuatu yang positif. Di samping itu, karyawan pria juga lebih percaya bahwa mereka perlu bersaing untuk kemajuan karir mereka.
*Tersenyum gembira*
Menurut CEO Investors in People, Simon Jones, ambisi karyawan bisa memberikan pengaruh yang positif di tempat kerja, menggerakkan baik pengembangan personal maupun kinerja bisnis.
Namun, Jones mengingatkan, ada semacam tarik-menarik antara personal progress yang mendorong bisnis dan persaingan ketat yang merusak bisnis. Jika tak terkendali, kompetisi antarkaryawan bisa memecah belah, merusak semangat tim dan menimbulkan budaya saling curiga.
So, bersainglah secara sehat tanpa merusak semangat tim…
Zemangat…






4 Februari, 2009 pukul 11:45 am
Wajar-wajar aja ada persaingan di dunia kerja, asal persaingannya sehat, misalnya di bidang prestasi….jangan aja saingan dengan saling menjatuhkan…..
4 Februari, 2009 pukul 12:01 pm
Masalah persaingan, tergantung masing-2 pribadi kan..? Kalo bisa “menerima” persaingan, hasilnya bakal bagus karena mereka akan berkompetisi secara sehat. Tapi bagi yang tidak bisa “menerima” persaingan, emang bisa memecah belah.
4 Februari, 2009 pukul 1:15 pm
Menurut sya persaingan itu tak hanya ditempat kerja saja.. ya memang tempat kerja lebih dominan…
Nice post…
Salam silaturahim…
5 Februari, 2009 pukul 4:07 am
persaingan sehat itu membuat kita terpacu untuk berbuat lebih kepada perusahaan.
dan kepada para menejer penting banget tuh utk menciptakan suasana kerja yang menyenangkan..
5 Februari, 2009 pukul 4:27 am
Yup, bersaing secara sehat baru itu bisa menumbuhkan kualitas kinerja
5 Februari, 2009 pukul 7:57 am
Dan tanpa persaingan, bagi beberapa atau banyak orang rasanya kurang semangat lho…
5 Februari, 2009 pukul 9:17 am
persaingan?? sah-sah aja tuh.. asal secara POSITIP..
*memicingkan mata sambil melirik saingan disebelah*
5 Februari, 2009 pukul 10:00 am
Selagi persaingan itu, tidak saling menjatuhkan dan sikut kanan sikut kiri, saya rasa, sah-sah aja rrel, kita jadi termotifasi untuk selalu aktif…
5 Februari, 2009 pukul 1:22 pm
lahh, bukannyya malah bagus tuh ???
cuma negor n ade post baru di blog ane
5 Februari, 2009 pukul 1:30 pm
Ya mas
Aku pribadi lebih suka in-group saja
Kompetisi iya, gotong royong ya
Kan lebih bagus tuh
5 Februari, 2009 pukul 2:15 pm
yup! brsaingn dngn fair dan smngt.. artikelx ok pnya ni
5 Februari, 2009 pukul 3:37 pm
persaingan adaalah sebuah sunatullah.
hidup memang bersaing, pesan suci dari Yang Maha Kuasa dalam kitab suci bahwa berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan.
5 Februari, 2009 pukul 3:53 pm
Selama persaingan dilakukan dengan jujur kenapa tidak, malah bisa menciptakan suasana kerja semakin menarik, memacu kreativitas, dengan syarat harus dengan jujur..
BTW nanti ada Part-4 lagi nih..
*Cari popcorn dulu ah*
5 Februari, 2009 pukul 11:11 pm
Memang laki-laki lebih menganggap kompetisi = tantangan utk lebih maju.. Tapi bukan berarti gak ada perempuan yang juga berfikir begitu, kan?!!
*Tersenyum lebih gembira*
9 Februari, 2009 pukul 2:02 pm
Persaingan yang sehat idealnya malah memupuk semangat dan bukan melemahkan tim
17 Februari, 2009 pukul 5:25 am
Jangan di teruskan Pertanyaan Pak Eko.,.. Itu yang membuat saya tidak seperti apa yang ada pa saya sebenarnya..!!
HIkkkkkkk…….
27 April, 2009 pukul 1:45 am
Karena semua orang pengen jadi no satu ya otomatis ada persaingan untuk menjadi lebih baik dari yang lain. Tanpa adanya pesaing gimana bisa disebut no 1 ya nga?
27 April, 2009 pukul 1:46 am
Karena semua orang pengen jadi no satu ya otomatis ada persaingan untuk menjadi lebih baik dari yang lain. Tanpa adanya pesaing gimana bisa disebut no 1