Ternyata…
(wajib dibaca oleh karyawan berusia muda…)
Karyawan berusia 20 – 29 lebih banyak membuang waktu rata-rata 2,1 jam per hari dalam bekerja. Ini merupakan hasil survey salary.com di Amerika Serikat dalam Penelitian bertajuk “2007 Wasting Time Survey”.
Artikel tentang survey ini saya dapatkan dari arsip warisan leluhur saya sebelumnya.
Lho, emangnya resep menu makanan…?
Bukan. Ini arsip dari pendahulu saya sebelumnya di HRD. Daripada terbuang begitu saja, lebih baik saya bagi-bagi ke Sobat Blogger.
Berbagi…, Tak Pernah Rugi… *Iklan IBSN*
Ya khan… Ya dong…
Kembali ke laptop artikel…
“20% Waktu Karyawan Terbuang percuma”. Itulah judul artikel tersebut tanpa ada nama pengarangnya. Nah, kalo ada yang ngaku2 artikel itu milik mereka, mungkin itu adalah sebenarnya. Bukan fiktif belaka…(kayak sinetron aja…!). Yang jelas, artikel tersebut bukan milik saya. Leluhur sayapun tidak meninggalkan jejak siapa yang punya…
Daripada memikirkan siapa pemiliknya, mendingan saya bahas aja ada apa dengan hasil survey salary.com.
Dalam survey tersebut dikatakan setiap karyawan rata-rata membuang sia-sia 20% waktunya di kantor, atau 1,7 jam dari 8,5 jam kerja. Dan, yang cenderung paling banyak melakukannya adalah karyawan dari generasi yang lebih muda. Nah lho…!
survey ini melibatkan 2000 karyawan dari berbagai level pekerjaan, dan mencoba mengungkap bagaimana mereka memanfaatkan waktu kerja mereka.
Tau ga’, kira2 apa yang dilakukan pada karyawan tersebut sebagaimana dikatakan membuang2 waktu…?
Akivitas yang paling banyak dilakukan adalah menggunakan internet untuk tujuan-tujuan yang tidak berkaitan dengan pekerjaan, ngobrol dengan teman dan sibuk dengan urusan pribadi.
Apakah sobat merupakan salah satunya….?
Chief Compensation Officer Salary.com, Bill Coleman mengatakan bahwa karyawan yang berusia di bawah 30 tahun memiliki persepsi sendiri mengenai “penggunaan waktu yang efisien dan efektif”, sehingga mereka tampak lebih banyak buang-buang waktu.
Sedangkan ahli masalah efektivitas organisasi dari Watson Wyatt di Chicago Ilene Gochman mengatakan, karyawan berusia muda sering memerlukan waktu untuk mempelajari apa yang diharapkan pihak lain (atasan atau perusahaan) dari mereka.
Kegiatan lain yang dianggap buang-buang waktu di tempat kerja adalah web surfing dan bermain pesan instan yang tak berhubungan dengan pekerjaan, serta hal-hal yang bersifat memperlambat proses seperti menunggu download informasi dari komputer atau menunggu telepon balik dari klien.
Ayo, sekarang kita introspeksi diri masing2. Apa kita juga seperti itu…?
Kembali ke hasil survei, 14% karyawan mengaku, mereka cenderung membuang-buang waktu karena menganggap bahwa jam kerja begitu lama. Sedangkan, 18% mengatakan bahwa mereka tidak punya cukup banyak pekerjaan dan 11% beralasan bahwa pekerjaan mereka tak cukup menantang.
Nah, disinilah dibutuhkan kerja keras HRD, bagaimana menangani karyawan yang berusia muda.
Beberapa ahli mengatakan, HRD perlu menyadari bahwa anak-anak zaman sekarang tumbuh dalam situasi yang berbeda, dan karyawan berusia muda cenderung mudah bosan dan beralih perhatian.
Selain itu diperlukan sistem-sistem pengembangan yang berjalan baik dan menjaga agar orang terus merasa terikat untuk menciptakan wahana baru bagi lahirnya pemimpin-pemimpin masa depan.
Tak kalah penting untuk diperhatikan HRD adalah mentargetkan program-program mentoring bagi karyawan berusia di bawah 30 tahun. Anak-anak muda umumnya memiliki ketertarik yang besar pada pengembangan diri.
HRD juga diharapkan meminta masukan dari karyawan mengenai bagaimana meningkatkan efisiensi proses-proses pekerjaan dan meminimalkan jam kerja yang terbuang.
Nah, sekarang bagaimana menurut sobat…?
Keep blogging…






29 Januari, 2009 pukul 2:33 pm
Waduh…harusnya kan karyawan yang lebih muda, lebih giat ya mas? Kan tenaga dan pikirannya lebih fresh dibanding yang tua. Mungkin yang tua lebih pengalaman aja, jadi lebih bisa memanfaatkan waktu yang ada.
29 Januari, 2009 pukul 5:15 pm
wah kaya’na rada nyindir jg nih,, bwd apa internet di kantor kalo dianggurin,, kan sekalian nambah materi kerja’an,, jd bs bwd improve gt,, *ngeles*
30 Januari, 2009 pukul 5:01 am
wah.. ini nyindir atau gimana nih.. haa..yang penting kan tugas-tugas terselesaikan… betul gak..
30 Januari, 2009 pukul 7:01 am
saya penggen banget ngerasain jd laryawan..
tapi apa daya.. mentok jadi IBU Rumahtangga aja… hiks..
30 Januari, 2009 pukul 9:17 am
ya… dari pada mubazir kan hehehe :p
30 Januari, 2009 pukul 10:30 am
Kalau benar 20% saya masih bersyukur kok, yang penting yang 80% betul-betul efektif kerja profesional lho….
30 Januari, 2009 pukul 10:30 am
Wah
Biarpun aku bukan seorang karyawan tapi mantep juga ni wat resensi
Lam knl yaaaaaaaaa
30 Januari, 2009 pukul 12:35 pm
Kegiatan lain yang dianggap buang-buang waktu di tempat kerja adalah web surfing dan bermain pesan instan yang tak berhubungan dengan pekerjaan, …. ini nih…guwe banget!
Tapi diluar jam kantor dikerjakannya.
30 Januari, 2009 pukul 6:19 pm
Masih kucing2an sama IT kantor buat bisa YM-an
rupanya gara2 dokumen ini
31 Januari, 2009 pukul 2:36 am
Lebih Baik buang waktu Pak di tempat Kerja Pak, Dr pada di tempat kerja Buang Angin….
BAUUUU…… Pak Eko,…..!!!!
Hihihihihihi……….
Just Kidding Pak…!!!!
31 Januari, 2009 pukul 3:20 am
nggak hanya d kalangan karyawan yg bnyk membuang waktunya dlm bekerja….
Kebanykn para siswa malah lebh parah kayaknya…
31 Januari, 2009 pukul 8:19 am
pasti habis waktunya buat ngeblog…hehehe.
untung bukan karyawan saya….tapi tetep nggak boleh buang-buang waktu ya…:D
31 Januari, 2009 pukul 9:49 am
sayang seribu sayang.. yang muda yang semangat.. (harusnya), tapi kenapa demikian?? ada kah yang salah pada yang muda?? (eh tunggu, gue ko jadi banyak nanya gene)
semoga sya tidak termasuk…
Nice post…
31 Januari, 2009 pukul 11:37 am
Kegiatan lain yang dianggap buang-buang waktu di tempat kerja adalah web surfing dan bermain pesan instan yang tak berhubungan dengan pekerjaan….
waaahhh…berarti rada aman nih… blogging gak termasuk.. jadi tetep bisa nyuri-nyuri waktu nih… *pletak, dijitak mas Farrel*
31 Januari, 2009 pukul 9:06 pm
memang rasa memiliki dari seorang karyawan adalah sesuatu yang tidak bisa kita bayar dengan gaji berapa pun, karena itu menjadi tantangan sendiri untuk kita agar bisa menumbuhkannya melalui berbagai motivasi agar mereka menyadari bahwa keberhasilan perusahaan adalah keberhasilan mereka juga
semoga semua mahkluk berbahagia
31 Januari, 2009 pukul 11:16 pm
wah brarti kurang produktif yah mas
btw salam kenal yah
1 Februari, 2009 pukul 5:41 am
untung nya gw
bkan org yg bekerja…….
cuma negor ajah………
1 Februari, 2009 pukul 5:55 am
Harus bisa membagi waktu, antara waktu kerja dengan kegiatan luang, apabila lg kerja, kerjakan serius supaya target cepat terpenuhi, kalau kg santai ya nggak ap2 diselingi dengan sedikit hiburan, seperti chat, brows dll buat menambah wawasan…
2 Februari, 2009 pukul 3:59 am
hehe..gmn y bilangnya, tp spnjang yg Qlihat, mengulur2 jam kerja dgn internetan gratis, chattingan, dll di inetrnet lbh banyak terjadi di lingkungan PNS y.. denger2 dr tmn, kebiasnaa yg dilakukan di white house, semua pekerjanya g boleh menggunakan hanphone, dan tidak diperkenankan menggunakan Sistem Operasi sprt skrng ini, melanikan menggunakan sistem operasi jadul macam DOS,dan penggunaan internet pun g semabarangan, mkanaya keyboard para karywan di copot huruf ‘w’nya..bener g sih, apa ini brrti keseriusan bekerja mmg sangat2 diperhitungkan, ketegasan dan loyalitas yg tinggi pd sebuah pekerjaan..
mmm…
belum lg pernah Qbc artikel ttg jam kerja karyawan Indonesia dgn negara lain, ternyata jam libur kerja karyawan Qta mmg lbh banyak, hehe…
apa ini benar2 memperngaruhi SDM di Indoensia?
Who knows….
2 Februari, 2009 pukul 4:45 am
heheheeh saya akuinlah saya termasuk yang suka buang2 waktu…jadi mallu
2 Februari, 2009 pukul 9:01 am
Untung saya bukan karyawan
2 Februari, 2009 pukul 4:25 pm
aku bergantung mood.
kadang bisa menjadi karyawan yang paling rajin.
tapi bisa juga menjadi karyawan termalas sedunia
3 Februari, 2009 pukul 1:36 pm
ha.ha..ha..
ketauan deh.. jadi malu nih…
*lari ah ngumpet dikolong meja*
Btw itu dulu loh, kalau sekarang sih tetap..wakakak sama aja ya..
*Cilak-celinguk takut ketauan bos nih*
4 Februari, 2009 pukul 11:30 am
Ngenet itu penghilang stress dikala kerja lho pak E……